Gubernur Harum mengingatkan petani dan pemerintah daerah bahwa menjaga lahan pertanian sangat penting dan strategis untuk ketahanan pangan daerah.
Menurut Harum, alih fungsi lahan yang terus terjadi akan berdampak serius pada produksi pangan lokal dan mengancam ketersediaan pasokan untuk masyarakat.
"Kita tidak bisa membiarkan lahan-lahan produktif ini beralih fungsi begitu saja. Ini aset vital untuk menjamin ketersediaan pangan kita kelak," ujar Gubernur Harum dihadapan para petani dan Brigade Pangan Kaltim.
Gubernur Harum menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltim akan terus berupaya memberikan dukungan kepada petani agar tetap bersemangat mengelola lahannya.
"Pemerintah Provinsi Kaltim terus berkomitmen menjaga lahan pertanian dan mencari solusi komprehensif agar petani tetap sejahtera tanpa harus mengalihfungsikan lahannya," ungkapnya.
Terlebih lagi kata orang nomor satu Benua Etam ini bahwa Kaltim ditarget Pemerintah harus mampu mewujudkan swasembada pangan.
"Kita hanya diberi waktu enam bulan ke depan. Dan swasembada pangan sudah harus kita wujudkan," pungkas Harum.
Sebelumnya, Bupati Penajam Paser Utara Mudiyat Noor mengatakan kabupatennya merupakan sentra produksi padi Kaltim, namun saat ini kondisinya terancam.
"Izin Pak Gubernur, kita harus punya Perda perlindungan lahan agar lahan-lahan produktif kita tidak beralih fungsi," jelasnya.
Diakui Mudiyat, bahwa puluhan hektare bahkan ratusan hektar sawah setiap tahunnya beralih fungsi menjadi lahan kebun sawit.
"Seperti Bapak Menteri dan Pak Gubernur lihat. Sawah kami sudah dikelilingi tanaman kelapa sawit. Pemiliknya ya para petani kami juga. Dulu petani sawah, sekarang mereka jadi petani sawit," bebernya.
Mudiyat berharap Pemerintah memberi solusi konkret terhadap tantangan yang dihadapi petani, seperti akses modal, alat mesin pertanian dan pemasaran hasil panen.
"Pemerintah harus hadir ditengah petani kita dan bersama-sama menciptakan ketahanan pangan Kaltim," harapnya.(*/yans/sul/ky)