Sebelumnya, pada Rabu malam (11/6/2025), Jembatan Mahulu yang menghubungkan Kecamatan Sungai Kunjang dan Kecamatan Samarinda Seberang sempat tertabrak kapal tongkang.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Provinsi Kaltim, Hariadi menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan minor pada bagian pilar dan fender jembatan.
“Ada yang pecah sedikit betonnya di bagian fender dan terserempet di pilar utamanya,” ujar Hariadi, Jumat (13/6/2025).
Lanjutnya, sebelumnya fender Jembatan Mahulu memang dilaporkan hilang, tetapi fender lainnya masih ada dengan kondisi miring.
“Sebab beberapa waktu lalu di tahun ini juga (jembatan) sempat di tabrak dan fender sudah kita perbaiki,” ucapnya.
Hariadi mengakui, berdasarkan hasil pengecekan visual, kondisi Jembatan Mahulu masih dinyatakan aman sehingga tidak diperlukan pengujian lanjutan seperti yang dilakukan pada Jembatan Mahakam I.
Ia pun memastikan masyarakat yang melintas di atas Jembatan Mahulu tidak perlu khawatir karena jembatan tersebut masih aman digunakan.
“Sebab secara geometris tidak ada perubahan, apalagi di bagian aspal juga aman. Karena kerusakan dan pecahnya sedikit saja sehingga masyarakat tidak perlu panik saat melintas,” pungkasnya.
Editor: Erwin