Aksi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, khususnya plastik yang sulit terurai.
Sekretaris DPRD Samarinda, Agus Tri Sutanto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kontribusi nyata lembaganya dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat dan berkelanjutan.
“Langkah ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan kota,” kata Agus.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengangkat tema global Ending Plastic Pollution atau “Hentikan Polusi Plastik.” Tema ini menyoroti urgensi penanganan sampah plastik yang telah menjadi ancaman serius bagi ekosistem dunia, termasuk di tingkat lokal seperti Kota Samarinda.
Sampah plastik dikenal sebagai jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami.
Selain mencemari tanah dan perairan, plastik juga mengganggu rantai makanan, mencemari udara saat dibakar, dan menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang baik bagi manusia maupun hewan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencatat, sepanjang 2024 lalu timbunan sampah plastik di kota ini mencapai 29.134 ton, atau setara 79 ton per hari.
Angka tersebut mencakup 12,94 persen dari total produksi sampah yang mencapai 225.152 ton per tahun, atau sekitar 615 ton per hari.
Dengan tingginya persentase tersebut, Agus berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik, serta menjaga kebersihan lingkungan mulai dari lingkup terkecil.
“Limbah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan berdampak jangka panjang terhadap lingkungan,” tutupnya.
Editor: Erwin