Sebelumnya di bulan Mei kemarin, Kota Samarinda sempat mengalami kondisi banjir yang dianggap masyarakat cukup parah, karena beberapa kawasan yang dulunya belum pernah terendam kini turut merasakan dampak tersebut.
Padahal saat ini Pemerintah Kota Samarinda begitu masif melakukan pembangunan baik drainase, maupun folder guna penanganan banjir.
Perihal banjir yang dianggap cukup parah tersebut, Farid Nurrahman, mengaku tidak begitu setuju, karena menurutnya kondisi banjir ini harus dilihat dari beberapa indikator mulai dari limpasan air dan lamanya genangan.
“Jika kita berkaca dari banjir-banjir terdahulu tentu sekarang sudah ada perubahan. Sebab banjir kali ini salah satu faktornya intensitas hujan yang diluar normal, hampir 12 jam,” ujarnya kepada KorakKaltim.com, Minggu (1/6/2025).
Selain itu kondisi ini berkaitan dengan hasil penelitian yang memprediksi akan ada cuaca ekstrem yang melanda Kota Balikpapan dan Samarinda yang terdampak dari perubahan iklim.
Tetapi kini kondisi tersebut baru dirasakan sekarang, dengan curah hujan yang tinggi tentu mengakibatkan peningkatan debit air yang luar biasa. “Dan itu terlihat hampir merata di satu kota, tidak hanya terpusat di satu titik,” sebutnya.
Farid menuturkan, dari masifnya pembangunan drainase yang dilakukan oleh pemerintah sebenarnya mulai memberikan efek positif, seperti jika banjir melanda pastinya akan cepat surut.
Apabila intensitas hujan seperti sekarang terjadi di lima atau 10 tahun lalu, dirinya yakin Kota Samarinda akan mengalami kelumpuhan paling tidak selama satu pekan.
“Sekarang dengan intensitas hujan yang luar biasa, kondisi lumpuh ini (mampu teratasi) hanya sekitar 24 jam dan keesokan harinya kering,” katanya.
Walaupun memang ungkap Farid, masih ada beberapa titik genangan, kondisi tersebut hanya menunggu air mengalir saja.
“Dari sini yang bisa kita nilai perbaikan drainase yang dilakukan pemerintah sudah memberikan dampak, dan memang sebenarnya persoalan penanganan banjir ini tidak bisa hanya ditangani setahun atau dua tahun saja,” tuturnya.
Editor: Erwin