Wakil Ketua IPSI Kaltim Muslimin berharap semua peserta yang hadir bisa memberikan saran dan masukkan pada organisasi.
“Tentu dalam rapat ini akan ada banyak hal yang dibahas. Bagaimana pembinaan olahraga IPSI Kaltim, dan organisasinya. Jika ada organsasi yang sudah habis masa jabatan, silahkan dibenahi untuk membentuk ulang,” kata Muslimin.
Kedepan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi organisasi menjadi langkah utama organsiasi.
Terlebih, diketahui bersama, pencak silat merupakan sebuah organisasi dengan capaian prestasi yang tak bisa dibandingkan dengan yang lain.
“Yang sudah memberikan kontribusi besar bagi Kaltim,” tegasnya.
Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mengharapkan dalam rapat kerja juga membahas soal evaluasi capaian IPSI di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh dan Sumut.
“Saya juga menyampaikan terima kasih, dari 29 medali emas yang kita kupulkan di PON lalu, dua diantaranya berasal dari pencak silat,” kata Rusdi.
Bahkan, 55 medali perak, satu diantaranya berasal dari IPSI Kaltim. Termasuk 69 medali perunggu, IPSI menyumbang dua.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Agus Hari Kesuma, menyebutkan dirinya ditargetkan Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud untuk mencapai posisi tiga besar di PON Nusa Tenggara.
“Jadi, saya ini pelaksana. Begitu gubernur memerintahkan, tentu saya akan menjawab siap. Setelahnya cabor yang kami tekan untuk peraihan medali,” ucap AHK sambil bercanda.
AHK berharap IPSI bisa menambah pundi-pundi medali. Dia pun yakin pencak silat Kaltim mampu memenuhi target yang diberikan pada PON selanjutnya.
Editor Aspian Nur