Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Disnakertrans Kaltim, Muhammad Abduh, di Aula Disnakertrans Kaltim, Jalan Kemakmuran, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (22/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Abduh menyampaikan apresiasinya kepada perusahaan yang telah berperan aktif dalam membantu menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pihak perusahaan telah mengirimkan surat permohonan kepada Disnakertrans Kaltim guna memperoleh dukungan sebagai fasilitator perusahaan dengan para pencari kerja atau pencaker.
“Sebelumnya memang sempat terlaksana di Kukar, namun belum tercukupi, sehingga mereka memohon difasilitasi untuk tingkat provinsi. Jadi karena levelnya provinsi, semua daerah bisa mendaftar,” kata Abduh.
Perwakilan dari Departemen Plant HO, Oven Mei Hardianto menyampaikan bahwa masih terdapat ratusan kuota yang belum terpenuhi sejak dibukanya rekrutmen beberapa hari lalu di Kutai Kartanegara (Kukar).
Namun, jika sebelumnya tersedia formasi untuk operator, driver dan tenaga terampil, Hardianto menjelaskan khusus di Samarinda, lowongan dibuka untuk posisi mekanik dan teknisi listrik (electrician).
“Penempatan di Tabang, Kukar. Tetapi jika di Kukar sudah terpenuhi, kita juga ada seat lain,” jelasnya.
Meski banyaknya pencaker yang memenuhi ruangan, Herdianto belum bisa memastikan terpenuhinya kuota penerima. Sebab, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.
Sehingga, memungkinkan jika pihaknya akan ke kabupaten/kota lain, untuk mencari tenaga kerja kembali.
“Kami ada kualifikasi tertentu yang menjadi persyaratan dasar kami, yang ditentukan klien. Misal ketentuan tidak terpenuhi maka akan menjadi temuan dan deviasi,” tuturnya.
Sementara itu, Section Head Training, Muhammad Achyar, menyebutkan untuk Tabang memang ada penambahan produksi, sehingga membutuhkan tenaga kerja.
Jumlah yang masih belum terpenuhi, kata Achyar, sekitar 300 lebih. Sehingga dengan dibukanya walk in interview di Aula Disnakertrans Kaltim, diharapkan bisa mencapai target.
“Untuk di Kukar kemarin memang belum sempat terpenuhi. Hanya sekitar 100 lebih saja yang terpenuhi,” tegasnya.
Untuk posisi mekanik sendiri, Achyar menyebutkan pengalaman dalam pekerjaan lebih diutamakan. Sementara untuk pendidikan terbilang fleksibel.
HC Manager PT KAI, Parlin Silalahi, menyebutkan dua daerah menjadi titik walk interview, diharapkan bisa mencukupi seluruh kebutuhan kuota.
Hanya terbuka untuk mekanik dan teknisi listrik, mereka juga tidak menutup kemungkinan ada kandidat yang justru cocok untuk posisi lain.
“Iya, ini lebih ke skala prioritas saja, saat ini kan kami butuhnya operator dan mekanik juga, untuk side lain yang membutuhkan bisa juga,” pungkasnya.
Editor: Erwin