Dalam sebuah pernyataannya, Damayanti menekankan masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas anak muda saat ini. “Dalam satu dekade ke depan, kalian akan menjadi penerus kami. Tapi untuk itu, kalian harus siap. Jangan hanya jadi penikmat media sosial sambil rebahan. Bangkit dan bersiaplah mengambil peran,” ujar Damayanti kepada Korankaltim.com Kamis (22/5/2025).
Teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai alat untuk menciptakan kemajuan, bukan sebagai pelarian dari tanggung jawab atau pembunuh waktu. “Tanpa kebijaksanaan, teknologi bisa jadi perangkap. Minat baca menurun, pola pikir kritis melemah, dan banyak yang hanya mengejar tren kosong di medsos,” katanya lagi.
Damayanti mengingatkan platform digital kini menjadi pintu masuk arus informasi dan budaya asing yang tak terbendung. Hal ini menuntut generasi muda memiliki kecerdasan literasi dan karakter yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing.
“Pintar saja tidak cukup. Kalian juga harus bisa memilah informasi dan tahu jati diri kalian. Jangan jadi korban arus digital,” tambah politisi dari Fraksi PKB itu.
Damayanti mengajak pelajar dan mahasiswa untuk mulai menanamkan tekad, membangun karakter, serta membentuk visi sebagai pemimpin masa depan. “Kita butuh generasi yang bergerak, bukan yang sekadar ikut arus. Perubahan dimulai dari diri sendiri dari sekarang,” tutup Damayanti.
Editor: Aspian Nur