Langkah ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zary, yang menilai bahwa kemandirian pangan memang selalu menjadi agenda penting dari setiap kepemimpinan di Benua Etam.
“Namun, pada faktanya yang ada kita masih banyak mendatangkan pangan dari luar. Mulai dari Jawa atau dari Sulawesi,” kata Sarkowi, Selasa (20/5/2025).
Menurutnya, jika Kaltim ingin tercapainya swasembada pangan, maka Pemprov Kaltim harus kerja keras dan kerja cepat. Apalagi, dia mendengar target dari Menteri Pertanian untuk swasembada pangan ini adalah enam bulan ke depan. Target itu disanggupi oleh Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud.
“Ini otomatis semua simpul sampai ke level bawah ini semua harus bergerak juga, berkoordinasi secara baik. Sementara tantangan kita banyak,” sebutnya.
Sarkowi menyebutkan lahan menjadi tantangan swasembada pangan. Meskipun ada Perda Perlindungan Lahan Berkelanjutan.
“Perda Nomor 1 tahun 2013 yang diubah Nomor 13 tahun 2016. Tapi kan faktanya bahwa masih banyak juga lahan-lahan yang dialihfungsikan,” bebernya.
Banyaknya lahan yang dialihfungsikan datang dari petani yang merasa kurang didukung oleh pemerintah ditambah produksi yang menurun, membuat mereka berpikir untuk menjual lahan mereka demi mendapatkan uang dengan cepat dan mencari pekerjaan lain.
“Saya kira kalau memang kita punya target swasembada pangan, mau tidak mau harus benar-benar komitmen semua pihak, mulai pemerintah sampai kalangan petaninya, untuk mencapai target tadi,” jelasnya.
Ditambah dengan banyaknya dukungan yang diberikan, mulai pupuk, harga jual dan sebagainya, memungkinkan terwujudnya swasembada pangan di Kaltim terlaksana.
Editor: Erwin