Hal ini dilakukan BKKBN dengan berkolaborasi bersama media dan insan pers dalam kegiatan Media Gathering di Samarinda.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, melalui Sekretaris BKKBN Kaltim, Alhafid Hidayat, menyampaikan program Quick Win ini merupakan upaya dalam mengakselerasi tugas-tugas yang diberikan oleh Presiden RI terkait dengan peningkatan keluarga.
“Di dalam Quick Win ini ada lima program pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), dan Super Apps Keluarga Indonesia,” ujar Alhafid, Kamis (8/5/2025).
Pihaknya menyadari guna program ini sampai kepada masyarakat perlu adanya kolaborasi dengan media-media yang sudah memiliki jaringan yang cukup luas.
“Kita ingin Quick Quick Win Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Wihaji, bisa tersampaikan kepada masyarakat dan dapat mengetahui,” ucapnya.
Menurut Alhafid, jika masyarakat memiliki kesadaran tentu dapat berperan dalam program ini. Seperti contoh, BKKBN Kaltim kini memiliki tenaga Tim Pendamping Keluarga (TPK) di lapangan cukup banyak sekitar 5.966 TPK.
“Mereka ini bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting yang saat ini sasarannya baru 7.940 keluarga, dan masih belum banyak orang tua asuh belum terpapar (tahu),” katanya.
Tetapi menurutnya jika media berperan dalam menggencarkan informasi ini, terkait 109.342 Keluarga Risiko Stunting bisa menimbulkan kematian masyarakat untuk menjadi orang tua asuh.
“Jika masyarakat mau menjadi orang tua asuh kami juga tidak akan dilepas begitu saja, kami akan mengerahkan pula tim pendamping keluarga yang mengawal proses pemberian dan bantuannya,” terangnya.
Editor: Erwin