“Dalam event kali ini kita akan mengangkat hobi-hobi dari cowo yang identik dengan suka motor. Namun di era masa kini sekadar mengerti motor saja tidak cukup, makanya di Pitstop kali ini kita juga menghadirkan tenant-tenant yang juga mencakup lifestyle seorang bikers sejati,” ujar Farid.
Lewat event ini MCM Production juga turut mengundang pasar jongkok otomotif yang kemudian disingkat Parjo serta berkaloborasi dengan bengkel motor kostum Death Piston Garage dan Magnethings yang kemudia menciptakan sebuah koleksi clothing dan aksesoris senana dengan sebuah motor kostum bernama Biru Cerdi. “Proyek ini disiapkan untuk menyambut kedatangan pengunjung, khususnya dari kalangan cowo masa kini,” urainya.
Terpisah builder Deats Piston Deny Dinata menambahkan dalam ajang pitstop ini ia merasa mendapat tantangan untuk menghadirkan motor kostum yang mampu memenuhi kebutuhan cowo masa kini.
“Biasanya mereka pemilik motor kostum punya selera masing-masing. Biasanya style menerminkan motor yang mereka miliki. Makanya dalam acara kali ini saya mencoba mengubah hondra mega pro tahun keluaran 2004 menjadi model chopper biru yang lebih dominan serta airbrush,” paparnya.
Sedangkan dari pemilik sekaligus desainer dari distro lokal, Magnethings menjelaskan dalam mengaplikasikan desain airbrush ia pun menuangkannya ke dalam t-shirt, topi, jam tangan dan sneaker. “Makanya pada model motor shooper ini kami memilih desain yang casual tapi tetap berkelas,” demikian Shandy. (ms)