Adanya program yang disebut Gratispol itu itu sekaligus memperluas akses bagi masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah kepada Korankaltim.com Senin (28/4/2025) hari ini.
“Dari berbagai program prioritas yang digulirkan pemerintah provinsi, sektor pendidikan tetap menjadi yang paling fundamental. Program ini benar-benar menyasar kebutuhan dasar masyarakat,” sebut Helmi.
Sebanyak 53 Perguruan Tinggi di Benua Etam sudah bergabung dalam program ini melalui kerja sama resmi yang dituangkan dalam nota kesepahaman. Hal itu menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun sinergi pendidikan yang lebih inklusif.
“Program ini bukan hanya soal membebaskan biaya kuliah, tapi membuka jalan bagi anak-anak berbakat dari pelosok daerah yang selama ini terkendala masalah biaya. Ini tentang membangun harapan baru,” paparnya.
Pentingnya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Kaltim jadi jadi sorotan Helmi, yang dinilainya masih memerlukan perhatian serius.
Politisi Partai Gerindra itu berharap program Gratispol bisa menjadi pemicu utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
“Kalau Kalimantan Timur ingin menjadi lebih maju dan mampu bersaing, pendidikan adalah kuncinya. DPRD siap memberikan dukungan penuh agar program ini bisa dijalankan dengan optimal,” tegas Helmi.
Seluruh elemen masyarakat termasuk akademisi, pelaku usaha dan warga umum diajak turut serta mengawasi dan mendukung keberlanjutan program ini.
Editor: Aspian Nur