Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. Menurutnya, proyek pengembangan ini akan dilaksanakan tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal itu karena seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Pembiayaan sepenuhnya dari investor. Perusahaan yang sudah ditunjuk kemungkinan besar adalah PT Aspen Medical Group Indonesia,” jelas Ismid, Jumat (18/4/2025).
Pembangunan akan dilakukan di area belakang rumah sakit yang masih tersedia seluas 10 dari total 14 hektare lahan yang dimiliki. Diperkirakan, investasi yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp740 miliar.
Penandatanganan kerja sama ditargetkan pada 1 Oktober 2025 dan pembangunan fisik direncanakan mulai awal 2026 dengan durasi pengerjaan diperkirakan satu hingga dua tahun.
Ismid menegaskan bahwa kegiatan pelayanan rumah sakit tidak akan terganggu selama proses konstruksi berlangsung.
“Pembangunan berada di area belakang, jadi operasional RS tetap berjalan normal,” katanya.
Ke depan, pembangunan RSUD IA Moeis akan mencakup penambahan empat gedung baru yang dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional.
Dengan kapasitas saat ini sekitar 180 tempat tidur, penambahan 333 tempat tidur rawat inap tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan medis yang terus meningkat di Kota Samarinda.
Editor: Erwin