Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Ismid Kusasih menyebutkan bahwa mayoritas peserta program CKG sejauh ini berasal dari kalangan dewasa.
Sementara itu, untuk anak-anak terutama siswa SD dan SMP pemeriksaan kesehatan akan digencarkan melalui kunjungan langsung ke sekolah pada awal tahun ajaran baru.
“Pemeriksaan akan dilakukan langsung saat siswa baru mulai masuk sekolah,” ujar Ismid kepada Korankaltim.com, Kamis (17/4/2025).
Secara nasional, program ini menargetkan cakupan yang ambisius, yakni menjangkau sepertiga populasi atau sekitar 90 juta warga setiap tahun. Namun, hingga dua bulan berjalan, baru sekitar 1,8 juta orang yang berpartisipasi, termasuk lebih dari 5.000 warga Kaltim.
Capaian ini menegaskan perlunya sosialisasi masif mengenai pentingnya deteksi dini penyakit.
“Program ini adalah langkah preventif, bukan kuratif. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” jelasnya.
Kini, proses ikut serta dalam CKG juga lebih mudah. Warga tak perlu menunggu ulang tahun, cukup datang ke puskesmas atau mendaftar lewat aplikasi Satu Sehat Mobile.
Dinkes juga menggandeng Posyandu serta berbagai forum komunitas di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Inti dari kedokteran adalah pencegahan. Melalui CKG, kita ingin mengidentifikasi risiko kesehatan sejak dini,” tutupnya.
Editor: Erwin