Acara bertajuk Penganugerahan ASN/Non-ASN Awards itu berdasarkan dari Peraturan Wali Kota (Perwali) Samarinda yang didalamnya berisikan pedoman pemberian penghargaan kepada ASN dilingkungan pemerintah daerah.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut proses penilaian ASN dan Non ASN Awards ini melibatkan akademisi dari beberapa universitas, dibersamai dengan Pusat Pelatihan, Pengembangan dan kajian Desentralisasi dan Otonomi Lembaga Administraso Negara (Puslatbang KDOD LAN).
“Penilaian ini juga telah melalui pengecekkan disiplin kehadiran, capaian E-Kinerja, penilaian 360 derajat assessment dan uji petik observasi ke lingkungan kerja,” papar Andi Harun.
“Prestasi besar dimulai dari komitmen untuk menjaga kualitas dan meningkatkan kinerja bersama,” tegasnya lagi.
Penilaian kinerja adalah cara mengukur kontribusi individu kepad organsiasi tempat mereka bekerja dan ini merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara egektif dan efisien.
“Saya berharap penghargaan yang diberikan ini nantinya menjadi poin dalam pengembangan karier pegawai,” ucap Andi Harun.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Samarinda memberikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar Rp750 Ribu per bulan selama setahun serta hadiah bagi penerima award mulai dari Rp2,5 Juta hingga Rp10 juta.
Selain itu, Andi Harun juga memberikan hadiah tambahan secara pribadi berupa umrah kepada Camat Loa Janan Ilir Syahruddin dan istrinya sebagai bentuk apresiasi yang akan purna tugas di tahun ini.
Peraih ASN/Non ASN Awards:
Kategori Lurah Terbaik: Lurah Gunung Lingai Siti Zubaida.
Kategori Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Teladan: Kepala BPBD Samarinda Suwarso.
Kategori Camat Teladan: Camat Loa Janan Ilir, Syahruddin
Kategori Non-ASN Terbaik: Pengelola Data Mitigasi BPBD Samarinda Muhammad Noor Ansyari
Kategori ASN Inovatif: Kepala Bidang Pendapatan Pajak I di Badan Pendapatan Daerah Fitria Wahyuni.
Editor: Aspian Nur