Sebanyak 657 unit kendaraan mengalami masalah seperti brebet hingga mogok setelah mengisi BBM jenis Pertamax dan Pertalite.
Ketua Bubuhan Driver Gojek Samarinda (Budgos), Ivan Jaya menyampaikan bahwa pihaknya adalah pengguna aktif BBM yang disediakan oleh Pertamina.
“Dalam sehari kita pasti akan mengisi BBM full, bahkan bisa berkali-kali sesuai penggunaannya,” ujar Ivan, Rabu (9/4/2025).
Ia menyebutkan, sebanyak 657 kendaraan bermotor milik pelaku ojek online yang terkena imbas diduga BBM oplosan.
“Dari jumlah itu, sekitar 519 sudah diperbaiki secara mandiri dan sisanya mengaku belum bisa diperbaiki karena kendala keuangan,” jelasnya.
Sebab harga sparepart yang cukup mahal mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu untuk jenis kendaraan yang berbeda-beda.
Ivan mengaku sudah mengumpulkan sampel bahkan hingga ratusan sampel BBM dari para anggota ojek online di Samarinda.
“Mereka mengalami hal yang sama (kerusakan) bahkan dua sampel BBM jenis Pertamax dari dua kendaraan memiliki warna (merah) yang berbeda dari biasanya,” ucapnya.
Ivan mengungkapkan sebenarnya mengapresiasi beberapa langkah yang dilakukan baik pemerintah maupun Pertamina yang melakukan uji lab guna menindaklanjuti BBM yang beredar di tengah masyarakat.
“Tetapi setelah uji lab mau ngapain, jika ternyata BBM itu benar oplosan apakah akan diganti kerugian masyarakat,” katanya.
Editor: Erwin