Ada dua SPBU yang di sambangi yaitu di Jalan Urip Sumoharjo Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Samarinda Ilir dan di Jalan PM Noor Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.
Setiba di SPBU pertama Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Dicky Anggi Pranata langsung berkoordinasi dengan pihak pengawas untuk melakukan pengecekan terkait kandungan BBM baik pertalite maupun Pertamax.
Memastikan kandungan BBM itu, pihaknya menggunakan salep khusus berwarna kuning, dengan mengoleskan diujung besi dan dimasukkan ke dalam bunker penampungan BBM, jika terdapat kandungan air, BBM tersebut akan berubah warna menjadi merah. Dari hasil pengecekan tersebut baik di bunker penampungan hingga dispenser tidak ditemukan adanya kandungan air.
Hal yang sama juga dilakukan di SPBU di Jalan PM Noor, dan hasilnya pun sama, tidak terdapat adanya kandungan air atau BBM bercampur air alias oplosan.
"Kami sudah melakukan pengecekan memastikan takaran sesuai dengan tera, dan kandungan dari BBM tersebut. Kemudian nantinya sampel ini akan kami kirim ke lab m, yang memang memerlukan waktu," tutur Dicky ,perwira tiga balok tersebut.
"Sedangkan dari pengecekan yang kami lakukan langsung ini semua masih sesuai dengan takaran," sambungnya.
Dalam kegiatan bersama dengan jajarannya itu dirinya mendapati adanya seorang pelanggan yang melakukan komplain pasca mengisi di SPBU tersebut karena sepeda motor miliknya mati secara tiba-tiba.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila memiliki keluhan yang sama setelah mengisi BBM bisa melaporkan ke kami, untuk diproses penyelidikan lebih lanjut," ucap Dicky.
Dan kedepannya ia pun bersama tim akan melakukan pengecekan ke seluruh SPBU yang ada di Kota Tepian, untuk memastikan adanya dugaan BBM yang dioplos.
"Tentu secara bergilir akan dilakukan pengecekan di SPBU yang ada, untuk mengantisipasi hal tersebut," tutupnya.
Editor Aspian Nur