Pria berusia 42 tahun itu menduga sepeda motornya mati secara tiba-tiba karena mengisi BBM ditempat yang memang sudah menjadi langganannya.
Juhri pun memutuskan kembali ke SPBU tersebut untuk mengajukan komplain ke pihak SPBUbdan secara kebetulan saat itu ada pihak kepolsiain yang tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Petugas yang tengah melakukan pengecekan pun langsung mengambil tindakan dengan menguras BBM dari tangki sepeda motor Juhri dan melakukan tes kandungan bensin tersebut.
Tetapi dari hasil tes tersebut tak ditemukan adanya kandungan bensin yang bercampur dengan air atau oplosan. Meski begitu, pihak kepolisian tetap akan melakukan tes laboratorium dengan membawa sampel tersebut dan meminta Juhriansyah untuk datang ke Polresta Samarinda guna dimintai keterangan.
"Baru sekitar satu jam lalu saya isi Pertamax disini, saya beli Rp35 Ribu, masih ada sisa bensin dalam tangki tetapi karena sudah kedip-kedip ya saya isi," kata Juhri saat ditemui di SPBU tadi malam.
"Tetapi saat di pasar pagi, tiba-tiba ngadat terus langsung mati yang posisinya stop di tengah jalan, sampai-sampai kendaraan dibelakang marah-marah karena hampir menabrak, dikira saya sengaja, itu boncengan dengan istri saya," sambung Juhriasyah.
Ia pun mengaku sepeda motor miliknya yang lain juga pernah mengalami hal yang sama, tetapi dirinya tak lantas komplain ke SPBUbdan dirinya langsung menguras isi tangki sepeda motor.
"Iya ada juga setelah isi bensin di SPBU yang sama, sepeda motor beat saya mati, yang ini motor baru, makanya sayang lansung datang lagi mau komplain, minta bagaimana pertanggung jawabannya, masa setiap kali isi bensin seperti ini," sebutnya.
Diakuinua setiap kali mengisi BBM selalu jenis Pertamax dan tidak pernah mencampur-campur dengan pertalite.
"Selalu Pertamax saya dari dulu disini (SPBU), tidak pernah campur-campur. Ya pastinya kecewa ya, karena sudah langganan disini, ya mudahan ada tanggung jawabnya supaya tidak seperti ini lagi," harap Juhri.
Editor Aspian Nur