“PKK adalah ujung tombak edukasi keluarga. Mereka tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga berperan dalam mencegah ancaman seperti stunting, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kanker,” ujar Puji kepada Korankaltim.com Selasa (25/3/2025) pagi tadi.
Keluarga yang kuat akan mampu bertahan dari berbagai tantangan eksternal yang dapat melemahkan fondasi rumah tangga.
PKK bertanggung jawab memastikan kesejahteraan keluarga yang menjadi dasar masyarakat sehat dan harmonis. Namun Puji juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi keluarga di Samarinda, salah satunya adalah meningkatnya kasus perselingkuhan yang bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental anggota keluarga.
Hal ini dinilai dapat memperlemah ketahanan rumah tangga dan berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit kelamin yang membahayakan kesehatan pasangan dan keluarga. “Perselingkuhan tidak hanya merusak hubungan keluarga, tetapi juga menimbulkan risiko penyebaran penyakit kelamin yang semakin membebani masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperbaiki kondisi sanitasi dan air bersih di Samarinda. Kualitas air yang kurang baik, terutama dari Sungai Karang Mumus dapat berpotensi menyebarkan virus seperti Human Papillomavirus (HPV) yang terkait dengan risiko kanker rahim. “Sanitasi dan akses air bersih tidak bisa diabaikan. Kesehatan masyarakat sangat bergantung pada hal-hal mendasar seperti ini,” tegasnya.
Meski banyak tantangan, Puji tetap mengapresiasi upaya kolaboratif antara PKK, dinas Kesehatan dan dinas pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diharapkan sinergi ini terus berlanjut demi meningkatkan edukasi terkait isu-isu kesehatan, mulai dari kanker, TB (tuberculosis), hingga HIV.
“PKK telah berupaya banyak dalam mengedukasi masyarakat. Kedepan, dengan kepengurusan yang baru, diharapkan pemberdayaan keluarga semakin kuat, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan sosial dan kesehatan yang ada,” ujar Puji.
Diketahui saat ini Rinda Wahyuni Andi Harun memimpin Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Samarinda periode kedua.