Program ini dialokasikan sebesar Rp100 juta untuk setiap RT, yang dapat digunakan untuk revitalisasi, pembangunan hingga pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Arif Surochman tegaskan bahwa anggaran Pobebaya tidak berkurang dan dipastikan tetap berjalan.
“Program ini memberikan anggaran sebanyak Rp100 juta per RT di Samarinda. Tidak akan dikurangi meski ditengah efisiensi anggaran. Diusahakan tetap Rp100 juta,” ungkapnya, Senin (24/3/2025).
Selain Pobebaya, pelaksanaan Probebaya Award juga sering dipertanyakan dan dihubungkan dengan efisiensi anggaran. Arif memastikan bahwa kegiatan Probebaya Award akan tetap berlangsung, karena anggaran yang digunakan tidak besar.
“Ini untuk apresiasi setiap RT, seperti gelaran Probebaya Award ini tidak berpengaruh ditengah efisiensi anggaran. Karena nominalnya juga tidak besar,” terang Arif.
“Awardnyakan juga dalam bentuk program, yang kembali pada masyarakat juga. Dan program Probebaya ini itemnya menyentuh masyarakat,” lanjut Arif.
Arif menjelaskan, RT yang mendapatkan penghargaan di Probebaya Award akan menggunakan dananya untuk melakukan pembangunan.
Hadiah Rp100 juta itu dapat dimanfaatkan untuk perbaikan lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, hingga pengembangan posyandu dan lain sebagainya.
Selain itu, kata Arif, efisiensi anggaran ini juga tidak mempengaruhi hadiah yang diberikan kepada para pemenang Probebaya Award.
“Hadiahnya juga dalam bentuk program, ada thropy, uang pembinaan yang tidak seberapa. Yang besar hanya bentuk program itu tadi,” pungkasnya.
Editor: Erwin