“Jadi total pengerjaanya nanti sepanjang 40 meter, kemudian akan diberi tanggul,” kata Firdaus.
Sebelumnya jika mengacu pada perencanaan awal SKM, tidak semuanya diturap. Kecuali yang memasuki kawasan perkotaan.
“Oleh sebab itu kawasan Gelatik sampai waduk akan dibuat tanggul alam berupa hasil kerukan. Sebenarnya dalam pengerjaan tidak bisa tahan lama, tapi hal ini bisa berlaku kalau penduduknya tidak padat lagi,” terangnya,
Sementara itu Wakil Walikota Nusyirwan Ismail yang pernah menjadi ketua tim penertiban warga di bantaran SKM Jalan S Parman menambahkan hal serupa dengan Firdaus.
“Kalau untuk pengerukan tetap akan dijalankan di sepanjangan SKM Gelatik sampai tembus ke waduk, lalu akan ditanami pohon karena kami ingin menghidupkan lagi spesies lama disana agar dapat tumbuh kembali. Namun saya harus mencari tahu dulu yang penting tidak ada bangunan baru di bentangan itu,” jelasnya.
Sementara itu untuk untuk bangunan yang masih berada di pinggir SKM, seperti di kawasan Gunung Lingai akan segera dipindahkan untuk memudahkan pengerjaan selanjutnya.
“Harapannya disana akan menjadi pertamanan namun bukan sebuah bangunan yang dapat merusak alam namun akan dihiasi dengan pohon buah atau tanaman bunga juga bagus,” demikian Nusyirwan. (ms)