Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Endang Liansyah melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Boy Leonardo Sianipar menjelaskan kalau kenaikan sampah hingga sepekan Ramadan mencapai 10-15 persen.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang melakukan pembersihan rumah menjelang bulan suci Ramadan. Selain itu tingginya penjualan makanan yang menggunakan kemasan plastik turut berkontribusi pada lonjakan volume sampah.
“Pada awal Ramadan, kami mencatat peningkatan volume sampah sekitar 10 hingga 15 persen. Ini biasanya terjadi karena masyarakat pada umumnya melakukan bersih-bersih rumah menjelang Ramadan,” ujar Boy kepada Korankaltim.com Minggu (9/3/2025).
“Pada pekan kedua Ramadan nanti meski sedikit berkurang, volume sampah kembali meningkat karena berbagai kegiatan seperti buka puasa bersama dan acara keagamaan malam hari,” ungkapnya.
Saat ini volume sampah harian di Samarinda diperkirakan mencapai sekitar 600 ton. Selama bulan Ramadan dan Idulfitri, angka ini diprediksi akan naik hingga 30 persen dibandingkan hari-hari biasa. Berdasarkan data tahun sebelumnya, tren ini diperkirakan akan serupa dengan tahun ini.
Untuk mengatasi lonjakan sampah, DLH telah mempersiapkan rencana lembur bagi petugas kebersihan jika diperlukan.
“Kami akan terus berupaya menjaga kebersihan kota. Jika diperlukan, kami siap melakukan lembur untuk memastikan pengangkutan sampah berjalan dengan lancar,” jelas Boy.
Terkait pengangkutan sampah, DLH Kota Samarinda saat ini mengoperasikan sekitar 67 unit armada pengangkut sampah, terdiri dari 41 dump truck dan 26 armroll yang digunakan untuk mengangkut kontainer sampah.
Setiap hari, armada-armada ini melakukan sekitar 200 perjalanan ke tempat pembuangan akhir (TPA), dengan setiap kendaraan melakukan rata-rata tiga kali pengangkutan. Untuk jumlah petugas kebersihan yang bertugas saat ini mencapai 315 orang.
Editor: Aspian Nur