Hal itu lantaran dirinya tak pernah hadir dalam pertemuan terkait pembahasan pembayaran upah para pekerja Teras Samarinda.
Ketidakhadirannya itu memicu keributan yang baru terjadi di rapat hearing antara Tim Reaksi Cepat (TRC), PUPR dan DPRD. Dari situ, banyak yang mempertanyakan keberadaan dari pucuk pimpinan PUPR tersebut.
Saat ramah tamah bersama Wali Kota Andi Harun, Desy Damayanti malah pergi begitu saja saat ditemui awak media di GOR Segiri Samarinda.
Andi Harun pun memberikan tanggapan dan klarifikasi terkait pejabatnya itu yang diungkapkannya Desy masih menjalani pengobatan secara rutin.
“Sebenarnya saya tidak boleh bilang ini, karena ini menyangkut tentang privasi orang. Tapi saya memberikan izin pada Bu Desy, beliau harus berobat sebulan dua kali,” kata Andi saat dikonfirmasi.
Desy diungkapkan Andi Harun harus berobat dan memeriksakan Kesehatan dirinya ke Kota Surabaya, Jawa Timur, dua kali sebulan. Dengan sakit yang diderita, Kadis PUPR tidak bisa dihadapkan dengan tekanan, diantaranya permasalahan ini.
“Beliau menyampaikan ini jauh sebelum bulan puasa dan saya izinkan. Makanya saya bilang, pentingnya verifikasi dan validasi kenapa beliau tidak hadir,” tegas Andi Harun.
“Apalagi untuk membahas persoalan yang berat ini, saya memang yang membebaskan dia untuk tidak menghadiri langsung. Saya tidak mau membeani mental ibu Kadis karena akan menghambat penyembuhannya,” tutup Andi Harun.
Editor: Aspian Nur