Terhitung selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriyah tahun 2025 ini, jalan tersebut bakal ditutup karena dijadikan lokasi Pasar Ramadan yang mana hal itu membuat kendaraan yang sering parkir hingga mengambil setengah badah jalan di kawasan itu mau tak mau harus pergi.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu. Ditegaskannya Pasar Ramadan di Jalan KH Fakhruddin sebagai solusi untuk memecah kemacetan yang ada. Selain itu, dengan adanya Pasar Ramadan di jalan tersebut menjadi upaya peningkatan perekonomian dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Jadi diantaranya untuk meningkatkan ekonomi UMKM. Kemudian untuk memecah kemacetan,” ujar Manalu kepada Korankaltim.com Jumat (28/2/2025).
Selama ini Pasar Ramadan selalu terpecah dibeberapa titik, sehingga banyak kendaraan yang menepi dipinggir jalan, yang berimbas pada kemacetan.
Pemerintah Kota Samarinda akan menarik beberapa UMKM dan tenan yang akan mengisi di Jalan KH Fakhruddin. “Selama ini kan untuk kegiatan Pasar Ramadan dibuat dalam beberapa titik. Kami tidak ada pilihan lain dan pasti akan terjadi penumpukkan kendaraan. Makanya kami akan tarik beberapa UMKM atau pedagang, termasuk yang ada di Kadrie Oening juga,” paparnya.
Satu lahan disiapkan Dishub Samarinda khusus untuk parkir bagi pengunjung yang berbelanja di Pasar Ramadan disekitar Jalan KH Fakhruddin.
Manalu menyadari bakal ada bentrokkan, karena Jalan Cendana dan Masjid Islamic Center kemungkinan membuka bazar dan dibanjiri penjual makanan berbuka puasa.
“Kami maklumi saja semua bisa bersaing secara sehat dan tidak ada monopoli. Intinya kita memecah kemacetan, nanti bakal ada petugas juga,” tutup Manalu.
Editor: Aspian Nur