Pasar murah kali ini diselenggarakan dua kali yaitu sebelum dan sesudah Ramadan, tidak seperti tahun sebelumnya yang hanya sekali, dijadwalkan dimulai 17 Februari hari Senin lusa dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula, minyak goreng, daging, ayam, telur, dan kebutuhan lainnya.
Pasar murah ini juga melibatkan UMKM lokal untuk berpartisipasi, sehingga memberikan kesempatan bagi mereka untuk memasarkan produknya.
"Kami berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang Ramadhan," ucap Nurrahmani.
Disdag sudah berkoordinasi dengan distributor untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok selama bulan puasa nanti dan terus memantau harga bahan pokok di pasar untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga yang tidak wajar.
Selain pasar murah bahan pangan, Pemerintah Kota Samarinda juga menggelar operasi pasar dari gas elpiji. Operasi pasar ini menyediakan elpiji dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang tidak memiliki kartu tepat sasaran.
"Karena kalau warga yang sudah memiliki kartu tepat sasaran, sudah ada jatahnya di pangkalan elpji," sebutnya.
Pemerintah Kota Samarinda berharap dengan adanya pasar murah dan operasi pasar elpiji ini, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau selama bulan Ramadhan. "Masyarakat bisa memanfaatkan pasar murah ini sebaik-baiknya," kata Nurrahmani.
Editor: Aspian Nur