Akibat kebakaran tersebut, tiga rumah tunggal, dua unit kendaraan roda empat, dan satu unit kendaraan roda dua ludes dilahap si jago merah.
Menurut keterangan Sarwono (43), salah satu pekerja di pembuatan bumbu soto mengatakan saat kejadian ia sedang berada di belakang dan baru saja selesai memasak bumbu.
“Asal api dari depan tempat saya kerja, posisi saya dibelakang baru selesai masak, gak lama dengar suara kretek-kretek dari depan, terus saya cek ternyata ada api menyala dari meteran listrik. Setelah itu saya lari ambil air menggunakan ember, tetapi tidak mampu, karena api langsung membesar,” ungkapnya.
Lantaran sudah tak sanggup mematikan api yang berkobar, akhirnya berlari dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.
“Sempat mau memadamkan, tetapi tidak sanggup karena api langsung membesar. Jadi, kemungkinan itu konslet, karena asal api dari meteran,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Teguh Setya Wardhana mengatakan pasca menerima laporan, unit posko terdekat langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan empat unit truck fire serta dibantu unit portable relawan.
“Jadi api baru bisa dipadamkan kurang lebih hampir dua jam dan kami sedikit mendapatkan kesulitan karena banyaknya warga menonton, minimnya sumber air hingga akses jalan masuk ke titik api sempit (dalam gang),” tuturnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Disinggung soal dugaan penyebab api, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan lantaran informasi yang masih simpang siur.
“Informasinya masih simpang siur, ada yang bilang konslet, dan ada juga dari kompor sehingga kami masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Tetapi, nanti petugas kami akan melakukan investigasi terkait dengan penyebabnya, termasuk total kerugian materialnya,” bebernya.
Teguh menambahkan tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Tetapi diakuinya sempat terjadi insiden antara warga serta petugas saat upaya pemadaman.
“Ada warga yang mau merebut selang punya relawan, meminta segera disemprot sementara PLN masih menyala, artinya kami melakukan penyemprotan setelah listrik padam. Tetapi, Alhamdulilah bisa diatasi,” pungkasnya.
Editor: Erwin