Pelecehan tersebut diduga dilakukan oleh oknum guru terhadap tujuh muridnya di sekolah.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun mengatakan saat ini mendampingi beberapa orang tua yang sebelumnya telah melakukan protes ke pihak sekolah terkait kasus pelecehan yang dialami anak-anak mereka oleh oknum guru tersebut.
Sebelum melaporkan kasus tersebut, pada Rabu (12/2/2025) malam bertemu dengan orang tua korban untuk membahas dugaan pelecehan tersebut.
Pihaknya, menanyakan bentuk pelecehan yang diterima oleh para korban, dan ternyata ada satu korban yang mengalami perlakuan lebih parah dibandingkan korban lainnya. Hal ini menjadi dasar laporan, sementara korban lainnya menjadi saksi.
“Sehingga saya bersama dengan orang tua korban maupun korban, datang membuat laporan resmi di Kepolisian. Dari lima korban, yang melakukan pelaporan empat, satunya sebagai dasar laporannya,” ungkapnya saat ditemui di Polresta Samarinda.
Terkait bentuk pelecehan yang dialami oleh para korban, Rina tegaskan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. “Yang jelas, perbuatan dari pelaku tersebut sudah memenuhi unsur bentuk pencabulan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan menerima dua laporan terkait dugaan pelecehan oleh oknum guru di Samarinda.
“Kalau yang korbannya dua orang itu, sudah diamankan, dan kami tetapkan menjadi tersangka. Sementara yang korbannya ada tujuh anak, kami baru terima laporannya, dan masih dalam proses penyedikan, Insya Allah minggu depan akan kami rilis lengkap,” tutupnya.
Sebelumya, ayah salah satu korban mengatakan awalnya ia diberitahu oleh sang istri, bahwa anaknya tersebut telah menjadi korban pelecehan atau cabul oleh gurunya di sekolah.
“Saat ditanya ibunya awalnya dia gak mau ngaku, tetapi setelah didesak sama, baru dia bilang kalau dia (korban) dipeluk, dicium dan dadanya dipegang oleh gurunya,” katanya belum lama ini.
Kejadian tersebut terjadi di toilet sekolah, Rabu (5/2/2025) lalu. ”Saat itu teman anak saya melihat oknum guru ini keluar dari toilet, kemudian disusul anak saya,” sebutnya.
Perbuatan oknum guru tersebut dari pengakuan sang anak, dikatakannya baru pertama kali dialaminya.” Berdasarkan informasi para orang tua, ada lebih satu satu orang korbannya, tapi tidak tahu berapa,” tutupnya.
Editor: Erwin