Oknum Guru Honorer di Samarinda Diduga Cabuli Tujuh Muridnya
2 menit baca656 kali dibaca

Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Oknum guru honorer di Samarinda diduga melakukan pencabulan terhadap muridnya.
Hal ini dibenarkan oleh salah satu orang tua korban. Pria berusia 40 tahun tersebut mengaku setelah menerima informasi dari istrinya bahwa anaknya telah menjadi korban pencabulan di sekolah.
“Saat ditanya ibunya awalnya dia gak mau ngaku, tetapi setelah didesak sama ibunya, baru dia bilang kalau dia (korban) dipeluk, dicium dan dadanya dipegang,” katanya Rabu (12/2/2025) hari ini.
Kejadian tersebut dilakukan oleh oknum guru honorer di sebuah toilet sekolah pada Rabu (5/2/2025) lalu.
”Saat itu temannya anak saya melihat oknum guru ini keluar dari toilet, kemudian disusul anak saya,” sebutnya.
Perbuatan oknum guru tersebut dari pengakuan sang anak, dikatakannya baru pertama kali dialami oleh korban
“Tetapi berdasarkan informasi para orang tua, ada lebih satu satu orang korbannya, tidak tahu berapa,” tutupnya.
Sehingga atas kejadian yang menimpa sang anak, ia pun akan membuat laporan ke Polresta Samarinda, guna di proses lebih lanjut.
Sementara itu, Biro Hukum Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), Sudirman mengatakan awalnya ia mendapatkan laporan dari beberapa orang tua, terkait dengan keresahan mereka soal dugaan pencabulan oleh oknum guru honorer. “Jadi informasinya korbannya itu ada sekitar tujuh orang,” sebutnya.
Sehingga pihaknya sebagai perwakilan para korban berencana, Kamis (13/2/2025) besok akan melaporkan ke Polresta Samarinda.
“Sebenarnya hari ini mau laporan, tetapi karena aparat Kepolisian sedang sibuk pengamanan kunjungan Wapres, jadi baru besok dilaporan, tetapi kami sudah koordinasi dengan Unit PPA,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Sekolah dimana para korban bersekolah mengatakan pihaknya mengaku telah melakukan pertemuan dengan para orang tua murid.
“Kami sebelumnya sudah ada pertemuan dengan orang tua murid, untuk oknum guru sudah kami berhentikan dan kalau mereka mau melaporkan kami siap mendampingi,” ujarnya.
Dengan adanya kejadian tersebut ia mengaku ini menjadi pelajaran kedepannya, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Ini pelajaran untuk kami, dan lebih waspada lagi dalam mengawasi anak-anak, termasuk guru-guru,” pungkasnya.
Editor: Erwin










