Diketahui dari sidak itu ada ketidakefektifan dalam sistem pembagian hasil parkir antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan juru parkir (jukir) yang berada di bawah binaan Dishub. Sistem saat ini yang membagi 70 persen hasil untuk jukir dan 30 persen untuk pemerintah, dinilai tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah.
Andi Harun menegaskan sistem tersebut perlu ditinjau ulang karena sebagian besar pendapatan parkir hanya dinikmati oleh segelintir pihak yang berdampak negatif pada upaya peningkatan pemasukan daerah untuk mendukung pembangunan kota.
"Pembagian ini tidak seimbang. Sebagian besar pendapatan hanya dinikmati pihak tertentu, sementara kota membutuhkan pendapatan lebih besar untuk pembangunan. Evaluasi ini penting agar sistem yang ada memberikan manfaat maksimal," tegas Andi Harun kepada Korankaltim.com Selasa (28/1/2025) hari ini.
Andi Harun sudah menginstruksikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Marnabas Patiroy yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat untuk mempersiapkan proses audit tersebut.
Marnabas saat dikonfirmasi secara terpisah menyatakan audit ini sepenuhnya ditangani oleh Inspektorat dan bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan parkir di Samarinda.
"Proses audit masih berlangsung. Kami menunggu hasil dari Inspektorat untuk kemudian dibahas bersama. Ini semua ada tahapannya," kata Marnabas.
Marnabas juga menyoroti kendala sumber daya manusia (SDM) yang sering dihadapi Dishub, namun menegaskan bahwa keterbatasan SDM tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat pencapaian tujuan organisasi.
"Setiap instansi pasti menghadapi keterbatasan SDM tapi yang terpenting adalah bagaimana memaksimalkan sumber daya yang ada agar masalah seperti kemacetan dapat segera ditangani," papar Marnabas.
Audit ini sebelumnya ditargetkan selesai dalam waktu seminggu, namun durasinya bergantung pada hasil pemeriksaan di lapangan.
"Yang jelas, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Inspektorat. Kami berharap hasilnya dapat memberikan gambaran yang jelas untuk perbaikan pengelolaan parkir," tutup Marnabas.
Editor: Aspian Nur