Menurut keterangan penjaga sekaligus penggali kubur, Suryaji (50). Saat itu dirinya bersama tiga rekannya berada di lokasi pemakaman. Namun, karena dirinya sedang sakit, hanya turut hadir tanpa terlibat langsung dalam prosesi pemakaman tersebut.
“Setelah selesai pemakaman, saya lihat dan tanya ke teman saya, ‘kamu ada buat makan kecilkah?’, dia bilang tidak, terus saya tendang itu kayu yang menancap (kayu bekas bakaran). Awalnya, saya kira kucing saja,” jelasnya.
“Terus, saya lihat ada kain warna putih, dibuka sama teman saya, kelihatan kaki manusia, ternyata bayi, juga ada tali rafianya dalam kain,” sambungnya.
Ia menambahkan posisi bayi tersebut hanya ditumpuk-tumpuk tanah dan dibalut dengan kain putih.
“Jadi, kami langsung pindahkan untuk dimakamkan secara layak, setelah selesai kami langsung pulang istirahat,” sebutnya.
Kemudian, usai ia menjalan Salat Jumat dirinya mengaku masih terbayang-bayang dengan jasad bayi yang ditemukan di pemakaman tersebut.
“Habis Jum’atan itu saya teringat sama jasad bayinya, makanya langsung hubungi pak RT, dan RT ke pihak kelurahan serta Bhabinkamtibmas,” ujarnya.
Pasca menerima laporan tersebut tak lama pihak kepolisian dari Polsek Sungai Kunjang, bersama PMI langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi jasad bayi perempuan tersebut.
“Gak lama datang polisi, jadi kami bongkar lagi kuburan bayinya, yang kami makamkan tadi, mau dibawa ke rumah sakit, “ pungkasnya.
Saat ini jasad bayi perempuan yang baru lahir sudah berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Abdoel Wahab Sjanranie (AWS) guna dilakukan proses lebih lanjut pihak kepolisian.
Editor: Erwin