Baru-baru ini, puluhan tenaga honorer mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan tersebut.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peluang bagi tenaga honorer lintas instansi untuk mengisi formasi di luar keahlian mereka yang memicu keresahan di kalangan tenaga honorer lama.
Salah satu tenaga honorer DPRD Samarinda, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya. “Kami yang sudah lama bekerja di sini malah tergeser oleh orang baru. Rasanya sedih sekali melihat kondisi seperti ini,” ujarnya, Kamis (16/1/2024).
Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Samarinda, Markaca, menyoroti ketidaksesuaian keahlian tenaga honorer dengan posisi yang ditawarkan. Situasi ini menimbulkan keresahan dan dianggap tidak mencerminkan kebutuhan di lapangan.
“Proses seleksi PPPK memang harus berlandaskan syarat administratif dan kompetensi, tetapi tetap diperlukan keseimbangan. Kita harus menghargai pengabdian tenaga honorer lama tanpa mengabaikan potensi generasi muda,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Markaca juga akui generasi muda memiliki kreativitas dan efisiensi yang dibutuhkan untuk memperkuat pemerintahan.
Namun, kebijakan rekrutmen harus tetap adil dan tidak menimbulkan diskriminasi terhadap tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengusulkan sistem daftar tunggu (waiting list) bagi tenaga honorer yang tidak lolos seleksi PPPK.
Sistem ini memungkinkan mereka tetap bekerja di instansi lama sambil menunggu peluang dari posisi kosong akibat pensiun. Ia pun optimis, kebijakan ini dapat memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.
“Kita harus memastikan setiap langkah kebijakan dapat menjunjung prinsip keadilan dan mengakomodasi semua tenaga honorer, baik yang lama maupun yang baru,” tegasnya.
Dengan adanya sistem tersebut, diharapkan regenerasi tenaga kerja tetap berjalan tanpa mengesampingkan dedikasi tenaga honorer senior, demi keberlanjutan pembangunan di Kota Samarinda.
Editor: Erwin