Kobaran api tersebut pertama kali muncul di area pertengahan rumah yang diduga akibat korsleting listrik.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Disdamkar Kota Samarinda, Teguh Setya Wardana, menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi perihal kejadian kebakaran tersebut pada pukul 17.20 WITA.
“Kejadian ini menghanguskan satu rumah dengan beberapa kamar yang ditempati beberapa keluarga,” ujar Teguh, Kamis (9/1).
Kebakaran yang terjadi di rumah yang juga menjadi warung makan ini sebelumnya ditinggal pergi oleh pemiliknya sehingga tidak ada barang-barang yang terselamatkan.
“Untuk identifikasi awal kejadian ini disebabkan oleh korsleting listrik sambil menunggu pihak yang berwajib untuk melakukan investigasi,” ucapnya.
Dalam proses pemadaman, Teguh mengaku pihaknya menurunkan dua unit fire truk dari posko dua yang juga dibantu relawan dapat menjinakkan kobaran api lebih kurang 45 menit.
“Karena rumah terbuat dari beton sehingga tidak menyebabkan kobaran api menyebar kemana-mana,” tuturnya.
Teguh menerangkan bahwa selama proses pemadaman pihaknya juga tidak menemukan kendala.
“Selain itu untuk korban dan rumah terdampak disekitar juga tidak ada,” pungkasnya.
Editor: Erwin