Dipaparkan Saipul, selama ini untuk menutupi biaya operasional perusahaan yang terus meningkat seperti yang terjadi di tahun 2022 lalu, harga pokok produksi sekitar Rp4.900 per kubik sementara sejak tahun 2011 tarif belum berubah yaitu Rp4.700 per meter kubik.
“Penting bagi kami untuk membicarakan masalah ini bersama untuk memastikan keberlanjutan operasional dan peningkatan kualitas pelayanan kami kepada masyarakat. Penyesuaian tarif yang kami lakukan sudah mencoba mengambil pengalaman dari beberapa daerah lain di Kalimantan Timur seperti Tarakan yang datang ke Berau dan menyampaikan sebelum adanya penyesuaian tarif rata-rata pemakaian mereka 38 meter kubik, setelah adanya penyesuaian tarif turun jadi 18 meter kubik sehingga semua masyarakat Tarakan bisa mendapatkan distribusi air bersih yang relative lebih baik,” paparnya.
Hal itu pula yang diharapkan Perumda Batiwakkal Berau yang mana masyarakat yang berada “diujung pipa” bisa mendapatkan manfaat lebih baik. Saipul pun membandingkan pemakaian air bersih rata-rata di kota besar yang mana Berau paling tinggi yaitu 38.15 meter kubik, Balikpapan (21.45), Kutai Timur (24.41) dan Samarinda (26.41), sementara diluar itu ada Banjarmasin, Kalsel (18.49) dan Depok, DKI Jakarta yang hanya 15.01 meter kubik.
Sementara untuk tarif air bersih rata-rata di Kaltim Berau paling rendah yaitu Rp4.748 ribu pada tahun 2024 lalu sementara di Balikpapan mencapai Rp10.321 ribu, Kutai Timur Rp9.489 ribu dan Samarinda Rp7.544 ribu yang penyesuaiannya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. “Sementara di Berau baru di awal tahun 2025 ini dilakukan penyesuaian dan kami juga mendengar di daerah lain juga melakukan penyesuaian tarif sesuai dengan perintah dari Permendagri juga SK Gubernur yang selama ini jadi patokan kami dalam mengambil kebijakan,” ucap Saipul.
Karena itu menurut Saipul kalau masyarakat merasa mengalami kenaikan tarif namun kalau bisa menggunakan air secara bijak atau sesuai kebutuhan maka terlihat perbedaanya kalau Perumda Batiwakkal Berau menggunakan tarif yang berkeadilan bahkan bisa menurun dibandingkan pembayaran sebelumnya. Karena itu kami mendorong masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak,” jelas Saipul.
Mengenai adanya warga yang memberikan air bersih kepada tetangga, disarankan Saipul untuk memasang sambungan baru yang pemasangan baru dianggap mahal Perumda Batiwakkal bisa memberikan keringan berupa cicilan 12 kali cicilan.
Untuk penetapan tarif menurut Saipul ada panduan dan patokannya, yaitu sesuai SK Gubernur Nomor 100 tahun 2024 tentang penetapan batas tarif atas dan tarif batas bawah yang mana Berau untuk Tarif Batas Atas sebesar Rp15.329 Ribu sementara Tarif Batas Bawah Rp5.453 Ribu, tidak boleh melebihi dari Rp15.300 Ribu dan tidak boleh lebih rendah dari Rp5.453 Ribu.
Saat ini Perumda Batiwakkal Berau memiliki pendapatan dari dua sumber, yaitu air dan non air. Untuk air adalah pembayaran dari masyarakat pengguna air bersih setiap bulan sementara pendapatan dari non air adalah pembayaran dari pemasangan sambungan baru. “Pada bulan November 2024 lalu sebenarnya kami berupaya dan masih memiliki keyakinan kalau kekurangan biaya operasional bisa dipenuhi dari pendapatan sambungan baru seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi nyatanya hingga Desember bulan lalu pemasangan baru tidak sesuai target karena masyarakat masih berharap dengan pemasangan gratis,” jelas Saipul.
Karena itulah akhirnya untuk menyeimbangkan pendapatan agar tidak mengalami kerugian tarif pun disesuaikan pada Desember 2024. Kalau tidak dilakukan maka Perumda Batiwakkal Berau akan mengalami kerugian dari sisi laporan keuangan.
“Dan kalau kami tidak melakukan penyesuaian tarif sekarang maka Pemerintah Provinsi Kaltim akan mengambil tindakan yang satu diantaranya adalah penggabungan dengan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) air minum daerah lain. Kalau itu terjadi, Berau akan kehilangan BUMD dan bukan tak mungkin tarif yang dikenakan bisa lebih tinggi,” katanya.
Untuk tarif yang sudah disesuaikan saat ini kalau masyarakat bisa lebih hemat, membayar lebih rendah 10 atau 20 kubik untuk social dan masyarakat berpenghasilan rendah maka pembayaran akan turun hingga 70 persen, membuat pelanggan lebih hemat dalam penggunaan air bersih dan distribusi air juga bisa lebih merata. “Untuk pesantren, rumah ibadah, masjid, gereja dan yayasan social mendapatkan tarif yang lebih murah sampai 70 persen,” paparnya.
Terakhir, Saipul Rahman berharap penjelasan yang diberikannya bisa diterima dengan baik dan Perumda Batiwakkal Berau dengan tangan terbuka menyambut masyarakat kalau ada keluhan. “Silakan datang ke kami, kami hadir untuk masyarakat Berau karena kami dari masyarakat untuk masyarakat,” pungkas Saipul.
Editor: Aspian Nur