Hal ini disampaikan Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu yang menyebut pentingnya pelatihan ini dan mengungkapkan teknik pengereman yang salah, termasuk kasus rem blong merupakan penyebab utama kecelakaan.
Pelatihan ini akan difokuskan pada cara pengereman yang benar agar supir dapat mengendalikan kendaraannya dengan aman.
“Pelatihan ini bertujuan memberikan informasi pemahaman mendalam kepada pengemudi tentang pentingnya teknik pengereman yang tepat,” kata Manalu kepada Korankaltim.com Kamis (2/1/2025).
Selain pelatihan, Dishub juga akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat, khususnya yang melakukan modifikasi pada sistem keselamatan, seperti penggunaan klakson variasi atau 'telolet'.
Kendaraan dengan modifikasi seperti ini berpotensi tidak lolos uji kelayakan kendaraan (uji kir). “Kami melihat penggunaan klakson yang tidak standar tidak hanya mengganggu, tetapi juga meningkatkan resiko kecelakaan,” tegas Manalu.
Saat ini Dishub sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk pelatihan, termasuk alokasi anggaran dan kerja sama dengan pihak terkait, seperti Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalimantan Timur.
Editor: Aspian Nur