Kegiatan ini tentunya sebagai wadah diskusi serta menghadirkan solusi inovatif, dan strategi kolaboratif guna mengatasi tantangan bagi negara-negara yang penduduknya memiliki penghasilan rendah.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan dalam mencapai Indonesia emas di tahun 2045, memiliki beberapa tantangan.
“Diantara tantangan ini ialah pertama, bagaimana Indonesia keluar dari middle income trap (terperangkap di pendapat menengah), lalu bagaimana mengoptimalisasi bonus demografi, serta yang selanjutnya ialah bagaimana mengurangi tingkat kemiskinan,” ujar Anggoro, Selasa (26/11/2024).
Selama lebih 30 tahun ekonomi Indonesia berada di middle income trap atau kondisi ketika negara berhasil mencapai pendapatan menengah, tetapi tidak dapat naik kelas menjadi negara maju.
Lalu melihat peluang adanya bonus demografi yang puncaknya dimulai pada tahun 2025 – 2035, menurut Anggoro harus bisa dimanfaatkan dengan baik.
“Mengingat setelah ini Indonesia akan memasuki era proporsi usia lanjut akan naik dua kali lipat di atas tahun 2045,” katanya.
Kemudian sebagai langkah mengantisipasi hal-hal ini, Anggoro menjelaskan berdasarkan Undang-undang Dasar 1945, pada Pasal 28 H Ayat 3 menyebutkan setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara untuk sebagai manusia yang bermartabat.
“Sehingga setiap masyarakat baik pekerja memiliki jaminan sosial dan itu harus dijaga pemanfaatannya untuk meningkatkan kesejahteraan,” terangnya.
Anggoro berharap dengan adanya tantangan ini melalui Social Security Summit 2024 diharapkan bisa mengidentifikasi langkah-langkah pasti, untuk menghadapi kondisi ketenagakerjaan yang terus berubah.
Editor: Erwin