Sebelumnya, pada hari Kamis (24/10/2024), hujan disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah bangunan rusak dan fasilitas publik roboh.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menyampaikan jika dilihat dari sisi musim di Kaltim atau Tenggarong sedang masuk masa transisi musim penghujan.
"Jadi puncak musim kemarau kemarin di bulan September, lalu saat ini bervariasi (musim) di beberapa daerah di Kaltim sudah masuk musim penghujan serta ada yang masih transisi," ujar Kukuh saat dihubungi wartawan Korankaltim.com, Jumat (25/10/2024).
Dia menjelaskan, sifat dari transisi biasanya adalah hujan-hujan lokal yang terkadang disertai dengan angin kencang, puting beliung, bahan hujan yang disertai dengan petir atau gemuruh. "Jadi bisa dibilang kondisi angin kencang ini dianggap masyarakat adalah badai," sebutnya.
Lebih lanjut, Kukuh menuturkan bahwa kondisi sekarang di Kaltim juga sedikit banyaknya disebabkan adanya siklon tropis di dekat Philipina.
"Itu juga pengaruh tidak langsung dari siklon tropis tersebut di sebagian wilayah Kaltim, dan dampaknya sekedar memunculkan awan-awan yang menyebabkan cuaca ekstrem," ucapnya.
Tetapi hal ini, menurut Kukuh, dampaknya tidak langsung seperti di pusat inti siklon tropis tersebut, dengan munculnya awan yang berpotensi angin kencang.
Editor: Supiansyah