Sebagai informasi, Budi merupakan salah seorang warga yang berdomisili di Jalan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang dan pernah bekerja sebagai buruh pabrik namun mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sehingga Budi harus merelakan pekerjaannya dan menjalani hari-hari tanpa penghasilan tetap selama beberapa bulan terakhir.
Terlebih, Budi mengaku pernah berjualan pentol rebus tetapi karena keterbatasan modal sehingga dirinya tidak melanjutkan usaha yang telah ia bangun. Menyambut hal itu, Rumah Zakat melalui program Infak.id dari para donatur memberikan bantuan modal usaha agar Budi dapat kembali mendapatkan penghasilan untuk kebutuhannya sehari-hari.
“Saya sudah ada gerobak yang itu adalah pemberian dari orang lain dan masih tersimpan di rumah, sudah lama tidak terpakai,” ucap Budi Santoso, Rabu (25/9/2024).
Budi menerima bantuan modal usaha yang sangat ia butuhkan. Bersama sang istri, Budi mengaku merasa sangat bahagia karena telah diberikan bantuan modal usaha. Dirinya yang juga sebagai penyandang disabilitas berharap semoga bantuan ini menjadi jalan keluar dari permasalahan perekonomian keluarganya.
Ditambah lagi, ia memiliki anak semata wayang yang kini duduk di bangku SMP dan memerlukan biaya pendidikan, untuk membayar iuran kelas sepuluh ribu sebulan saja ia mengaku merasa berat baginya. Keringanan hati para donatur melalui program ini telah memberi Pak Budi peluang untuk kembali bangkit, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masa depan keluarganya.
"Terima kasih Rumah Zakat, bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami. Semoga semakin sukses dan berkah," ucap dia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menghantarkan kesuksesan untuk Budi bersama keluarga serta dapay menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berusaha meskipun dalam keterbatasan. (*)
Editor: Aspian Nur