Londeng, warga sekitar kepada Korankaltim.com menjelaskan, saat itu dirinya belum tidur dan tak lama mendengar suara ledakan yang membuat dirinya terkejut kemudian langsung mengecek arah suara tersebut.
"Pas saya cek api itu sudah besar, sempat beberapa kali ada suara ledakan, banyak tumpukan jiriken-jiriken di lokasi itu," kata pria 50 tahun itu.
Area yang terbakar tersebut merupakan workshop penumpukan besi tua.
"Ada drum-drum bekas, kadang pasti ada sisa-sisanya (oli). Drum-drum itu tidak ada isinya kosong dan baru datang sepertinya. Kalau workshopnya sudah lama, sekitar setahunan," papar Londeng.
Komandan Posko 6 Regu 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda, Yusuf dihubungi terpisah menjelaskan,mereka langsung menuju lokasi saat mendengar ada kebakaran.
"Kami langsung ke berangkat dan melakukan upaya pemadaman. Kurang lebih satu jam api baru bisa dikuasai," kata Yusuf.
Area yang terbakar tersebut merupakan workshop penumpukan jual-beli besi tua.
"Disitu ada penumpukan solar dan oli, ada drum-drum, makanya apinya langsung jadi, tetapi kebanyakan oli bekas, kalau solar ada beberapa drum saja," sebutnya.
Dari informasi yang diterima sore harinya pekerja sempat melakukan pembakaran sampah.
"Mereka ada bakar sampah, terus dimatikan, mungkin belum benar-benar padam, ada baranya langsung menyulut ke tumpukan itu," tutup Yusuf.
Editor: Aspian Nur