Saat ini disebutkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda pengerjaan drainase di lokasi tersebut mulai berjalan setelah sebelumnya Wali Kota Andi Harun sudah meninjau lokasi rawan banjir tersebut.
Sekretaris Dinas PUPR Samarinda Neneng Camelia Shanti kepada Korankaltim.com Rabu (4/9/2024) hari ini menjelaskan, pengerjaan tersebut harus selesai pada tahun ini.
“Pengerjaan tahun ini, masa pengerjaan yang kami berikan 225 hari dan sudah memasuki hari ke 111 dari target waktu yang diberikan,” kata Neneng.
Anggaran proyek drainase bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2024 itu, sebesar Rp27 Miliar untuk pengerjaan drainase sepanjang 1.720 meter. Namun dengan panjang tersebut bukanlah jumlah keseluruhan yang harus dikerjakan.
“Panjang pengerjaan drainase 1.270 meter dengan anggaran Rp27 Miliar, sudah termasuk PPN 11 persen. Tetapi targetnya sebetulnya lebih panjang,” jelas Neneng.
Penuntasan dilakukan secara bertahap. Setidaknya masih ada 1.500 meter lagi untuk bisa sampai ke polder di kawasan Tani Aman. Pada pengerjaan ini PUPR berharap realisasinya bisa dilakukan pada 2025 mendatang sehingga potensi banjir yang ada dibeberapa titik tersebut bisa berkurang dan tuntas.
Namun sesuai dengan aturan yang berlaku, pengerjaan lanjutan nanti bakal kembali dilelang dan bukan menggunakan kontraktor yang ada saat ini dan pengerjaannya diharapkan bisa lebih cepat dari yang ada saat ini.
Editor: Aspian Nur