Menurutnya, guna memastikan kelayakan Kapal-kapal tersebut, pihaknya telah melakukan uji petik terlebih dahulu. Bahkan, uji petik yang berlangsung di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, dipimpin langsung oleh Kepala Sub Direktorat Keselamatan Kapal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bharto Ari Raharjo.“Uji petik sudah dilakukan tangal 6 Juni yang lalu,” beber Hanif.
Dalam uji petik itu, Hal-hal yang menjadi perhatian KSOP adalah kelengkapan keselamatan yang dimiliki kapal. “Kita lakukan pemeriksaan terhadap skoci, alat detektor asap dan juga kelengkapan pelampung diatas kapal,” tandasnya.
Dari hasil uji petik tersebut, kata Hanif, sudah dapat dipastikan jika 3 kapal tersebut layak untuk dioperasikan. Kapal-kapal itu sebenarnya selama ini sudah melakukan pelayanan terhadap penumpang dari Samarinda ke Pare-pare, pun sebaliknya. “Pelayaran yang dilayani di Pelabuhan Samarinda hanya untuk tujuan Pare-pare,” ungkapnya.
Hanif memprediksi lonjakan penumpang di Pelabuhan Samarinda, baru akan terjadi H-7 sebelum lebaran.“Jika dibandingkan arus mudik tahun kemarin, sepertinya lonjakan tidak terlalu signifikan, karena pelabuhan di Bontang juga sudah beroperasi sehingga penumpang dari Sangatta dan Bontang, kebanyakan naik kapal di Bontang. Kalau untuk Samarinda, penumpangnya tentu didominasi warga dari Samarinda dan Tenggarong,” pungkasnya.
Saat ini, lanjut Hanif, sudah ada peningkatan jumlah penumpang yang menaiki kapal di Pelauhan Samarinda“ Kalau kita lihat sekarang, sudah ada peningkatan penumpang sampai 10 persen,” imbuhnya. (dor)