Setidaknya ada enam jajaran kepemimpinan pemuda keagamaan yang ada di D'Lima yaitu organisasi kepemudaan Hindu, kepemudaan Muhammadiyah, Kepemudaan Ansor, Kepemudaan Kristen, Kepemudaan Katolik dan Kepemudaan Konghucu.
Dalam ekspose kepada media, mereka menekankan fokus dibanyak sektor, hampir semua, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, politik, hingga permasalahan Covid-19 lalu.
Ini terbukti, pada 2021 mereka ikut mendistribusikan ribuan vaksin pada masyarakat di Kalimantan Timur.
Pada sosial, D'Lima juga ikut serta dalam membantu kasus-kasus yang terjadi apalagi masing-masing dari mereka juga sudah memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
Ketua GAMKI Kaltim Sahat Martin Philip Sinurat menyebut mereka tetap mengawal pembangunan.
“Khususnya Kaltim, padahal 5 tahun lalu juga kami tidak ada pembahasan soal menjadikan provinsi ini sebagai IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara,” kata Martin.
“Kami mau generasi muda, dengan keagamaan dan keyakinannya bisa terus rukun, guyub dan damai,” lanjutnya.
Ketua GP Ansor Kaltim, Fajri Al Farobi menyebut tiap agama terus melakukan kaderisasi dimasing-masing tingkatan sebagai bagian dari menyerukan keberagaman itu indah dan baik sedangkan kerukunan itu adalah wujud keseluruhan diakhirat.
“Ini terus kami lakukan, kritik atau masukan pada pemerintahan tetap kami kawal. Kesbangpol kami ajak diskusi, walaupun itu belum kami lakukan,” papar Robi.
Masih yang sedang hangat, ternyata mereka juga mengawal kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi di Kaltim.
Masing-masing dari mereka juga sepakat bahwa seluruh sektor juga harus dikawal, untuk memastikan keberlangsungan dan kemajuan di Kaltim.
Termasuk dengan pilkada yang akan berlangsung. Mereka mengakui mungkin tidak terlibat secara langsung, namun dalam memastikan kepemimpinan yang baik harus sejak dini.
Editor: Aspian Nur