Menghadirkan langsung sang penulis yang dalam kondisi sakit jantung dan ginjal, ditemani sang ayah Syafruddin S Pernyata, Ramadhan meneteskan air mata melihat aksi teatrikal tersebut yang sejatinya diangkat dari kisah nyata perjuangan sang kakek dalam peperangan di Sanga-Sanga.
“Saya sangat terharu karena ini untuk pertama kalinya saya melihat mini teatrikal yang diangkat dari kisah dalam buku yang saya tulis. Saya juga tidak menyangka masih ada orang yang menghargai karya saya, terima kasih Rumah Ulin Arya,” kata Adhan, sapaan akrab Ramadhan kepada Korankaltim.com usai acara petang tadi.
Disebutkan Adhan, buku yang ditulisnya merupakan kisah nyata yang didapatkannya dari cerita sang ayah yang juga penulis mengenai kakeknya.
“Makanya saya terharu dan menangis mengingat perjuangan kakek saya. Waktu melihat teatrikal tadi saya seolah dibawa ke alam perjuangan yang membuat saya terharu sampai menangis,” ucapnya.
Selain teater mini yang diiringi ansamble biola lagu kemerdekaan dari Mozart Institute digelar pula Animal Show special Kemerdekaan dan Cavalery Berkuda juga hadir tiga noni berpakaian ala Belanda.
Direktur Rumah Ulin Arya Sheila Achmad secara terpisah mengatakan Mini Teatrikal Perjuangan Sanga-Sanga ini sengaja mereka hadirkan kepada pengunjung yang datang di bulan Agustus karena berkaitan dengan Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia.
“Setiap tahun di bulan Agustus kami akan menghadirkan tema-tema perjuangan kepada pengunjung yang datang sebagai bentuk pengingat kepada generasi sekarang atau Gen-Z bagaimana perjuangan para pahlawan di Sanga-Sanga. Kami menghadirkan langsung penulisnya sebagai bentuk penghargaan,” ujar Ella, sapaan akrab Sheila Achmad.
Dijelaskan Ella, para pemain mini teatrikal merupakan karyawan dari Rumah Ulin Arya yang melakukan latihan sekitar tiga minggu.
“Kami juga minta izin dulu kepada penulis sebelum menggelar mini teater ini. Kami juga ingin melihat animo pengunjung ternyata tanggapan mereka positif, mungkin nanti kami gelar lagi menggunakan efek-efek yang lebih bagus,” papar Ella.
Sementara Syafruddin Pernyata berbicara selaku budayawan sangat berterima kasih dengan Rumah Ulin Arya karena menggelar teater mini ini.
“Terlepas dari saya sebagai orangtua penulis, yang pasti saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rumah Ulin Arya dengan digelarnya mini teatrikal yang diangkat dari buku karya anak saya,” sebut Syafruddin Pernyata.
Editor: Aspian Nur