Agenda yang dimulai pada pukul 09.35 Wita itu berlangsung di bawah awan gelap. Wali Kota Samarinda, Andi Harun bertindak sebagai inspektur upacara.
Bertepatan pukul 09.45 WITA, sirine dibunyikan, sebagai peringatan detik-detik pembacaan teks Proklamasi yang dilanjutkan dengan pengibaran bendera.
Pada sisi lapangan berbaris personel TNI, Brimob, Polisi, Satpol PP, Dishub, Perumdam Tirta Kencana, Pemadam, dan BPBD.
Tak lupa, untuk mengenang jasa para pahlawan dan pendahulu merek, Pemkot Samarinda mengundang para veteran.
Pasukan paskibraka bergerak masuk, berhenti di depan panggung kehormatan, pembawa baki naik, dan inspektur upacara menyerahkan bendera merah putih.
Kemudian, pasukan kembali melangkah menuju tiang untuk mengibarkan sangsaka merah putih tersebut.
Acara berlanjut pada persembahan paduan suara dari siswa dan siswa SMPN 22 Samarinda yang merdu dan mengesankan.
Tak ada amanat dari inspektur upacara, kegiatan selesai dan dilanjutkan dengan menyaksikan pegelaran upacara di IKN Nusantara melalui layar kaca.
Hujan yang mengguyur deras selama kurang lebih 1,5 jam lamanya membubarkan seluruh pasukan yang masih menunggu.
Ditemui, Wali Kota Samarinda mengatakan seiring dengan tujuan pembangunan nasional, menuju Indonesia Emas, dia berharap memiliki kemajuan bersama.
“Dari semua sisi pembangunan dan pada akhirnya menghantarkan Indonesia menuju Indonesia menjadi negara terbesar keempat atau kelima di dunia. Seiring dengan tekad kita untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan seluruh sektor pembangunan di Indonesia,” jelasnya.
Khusus untuk di Kota Samarinda, pria yang akrab disapa AH itu bersyukur, dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara dalam sebuah tema besar "Nusantara Maju, Indonesia Maju" turut mengakselerasi di masa kini dan depan.
Serta menjadi pilar, terutama di IKN dan daerah penyangga lainnya di Kalimantan Timur (Kaltim).
Editor: Supiansyah