Peninjauan oleh tim di hari kedua ini di antaranya Rumah Pangan Lestari yang berada di Makodim 0901/Samarinda. Rumah Pangan ini berisi tentang ketahanan pangan, kapal pintar di Dermaga Dinas Perhubungan Sungai Kledang Jl. Bung Tomo, Samarinda Seberang Kota Samarinda.
Kemudian peninjauan lokasi percetakan sawah binaan Koramil 0901-04/Palaran yang berada di Jl. Al-Hasani RT 06 Kelurahan Bentuas, Kecamatan Palaran.
Dilanjutkan meninjau keramba air tawar binaan Koramil 0901-01/Samarinda di Rawa Bening, Jl. Pusaka RT 17, Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, dan meninjau pipanisasi air bersih di Loa Kumbar.
Sehari sebelumnya, saat Tim Pusterad tiba di Makodim Samarinda, disambut oleh ratusan prajurit, ASN, Persit Kartika Chandra, masyarakat, dan siswa SMA di Samarinda. Mereka berdiri di kanan - kiri jalan sepanjang depan Makorem 091/ASN sampai Makodim 0901/Samarinda.
Kedatangan tim disuguhi tari Reog Ponorogo dan tarian Dayak. Turut penyambutan rombongan diantaranya Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arif Dewanto, Kejaksaan Negeri Samarinda dan Perwakilan DPRD Kota Samarinda.
Menurut Sugiyono, lomba Binter Madya kali ini, bobot penilaian terdiri dari beberapa kategori, termasuk kemampuan teritorial sesuai program yang ditetapkan TNI AD. Kemudian ada penilaian tentang pembinaan satuan hingga teknis pengaplikasian di lapangan.
Proses penilaian ini berlangsung dua hari, yakni tim penilai memverifikasi ke sejumlah pihak untuk memastikan data yang sudah mereka dapatkan sebelumnya.
“Lomba Binter tak hanya menjadi ajang tahunan di satuan TNI AD. Lomba ini salah satunya bertujuan memperkuat pertahanan di tingkat dasar, agar seluruh komponen di Indonesia tetap solid,” katanya.
Sementara Dandim 0901/Samarinda Letkol Kav Muhammad Arifin menyampaikan, semua yang disajikan Kodim 0901/Samarinda kepada tim penilai, bukan sebuah rekayasa, namun hasil riil dari sinergi dengan sejumlah kompunen dan masyarakat yang tercipta sejak lama. (ant)