Ia pun meyakini kegiatan kegiatan pengendalian banjir gencar masih maksimal dikerjakan dalam kuru tiga bulan ini, tanpa menyisakan Silpa. Adapun kegiatan yang dilakukan akan tersebar di seluruh kawasan Kota Tepian.
“Seperti pembuatan drainase tersebar di kawasan Muang Kelurahan Lempake, Lubuk Sawah. Melanti Samarinda Seberang, Makroman, Rapak Indah III, PM Noor dan normalisasi anak Sungai Karang Mumus,” urainya.
Jika sebelumnya diberitakan pihaknya menggarap kegiatan di kawasan Antasari, Juanda serta simpang empat Air Hitam, hingga kini alami pengurangan.
Kali ini pihaknya menyasar pada persimpangan Pramuka dan Perjuangan.
“Bahkan sudah ada ekskavator yang melakukan pengerukan di Gang Perjuangan Baru. Pekerjaan tersebut berupa pembangunan saluran drainase mulai dari Perjuangan Baru sampai gorong-gorong di persimpangan Pramuka-Perjuangan,” jelasnya. Selain itu lanjutnya, pekerjaan tersebut akan berlangsung sepanjang 50m2.
“Nanti akan dibuat gorong-gorog selebar 5 m2. Sedangkan di Perjuangan Baru diluaskan 6 m2,” sebutnya. Bahkan tidak hanya persimpangannya, kawasan Perjuangan-Pramuka juga ada perbaikan dan pelebaran parit yang digarap bertahap.
Untuk pembangunan fisik tersebut, anggaran yang sudah dikucurkan Rp 4,8 miliar yang diambil dari bankeu, sebagai kawasan prioritas, karena memberi dampak pada kawasan sekitarnya.
“Setelah itu tahun depan akan kami lanjutkan salurannya sampai muara SKM,” pungkas Darmadi. (ms)