Hanya saja Andi Harun belum berani memberikan kepastian, sebab saat ini aplikasi teknologinya masih dimatangkan.
“Kami ingin menyesuaikan antara tetap terjaganya taman yang indah sebagai destinasi namun tidak menimbulkan masalah,” kata Andi Harun kepada Korankaltim com Kamis (18/7/2024).
Hal yang ingin dihindarinya adalah parkir liar karena Andi Harun tak ingin ada juru parkir (jukir) liar yang memanfaatkan Teras Samarinda tersebut apalagi pemkot juga sudah menyediakan akomodasi terhadap pelaku usaha di lokasi tersebut karena Teras Samarinda sudah tidak bisa seperti dahulu lagi.
“Kalau diakomodir semua pasti kumuh jadi tunggu segmen selanjutnya, nanti akan ada lima segmen,” jelasnya.
Pemkot Samarinda emkot tidak mungkin mengakomodir semuanya sekaligus karena Teras Samarinda itu adalah bentuk upaya penataan, mempertahankan tata kelola dan kebersihan serta keindahan taman.
Pemkot masih menyusun skenario, termasuk soal parkir, kemungkinan dibutuhkan waktu hingga satu bulan kedepan.
“Yang pasti, tidak boleh ada lagi parkir disana, pembayaran juga harus non tunai. Tapi kalaupun ada parkir, pembayarannya harus non tunai,” tegas Andi Harun.
Editor: Aspian Nur