Menurut dia, kawasan ini merupakan salah satu dari urat nadi perekonomian Samarinda, jadi tak salah dirinya sangat berkeinginan Citra Niaga kedepan juga bisa sama dengan pusat pembelanjaan yang berada di luar Kaltim.
Ditambahkannya, hampir semua konsep yang diusung program Smart City sendiri mulai dari pemerintahan pintar, ekonomi pintar, transportasi pintar, masyarakat cerdas, lingkungan pintar, dan hidup pintar sudah bisa terwakilkan dalam kawasan tersebut.
Sebagai gerakan langkah awal, kedepan dia minta di kawasan tadi tidak boleh ada lagi kendaraan roda dua dan empat yang parkir di jalan.
ia berharap, komplek Citra Niaga nanti sebagai kawasan yang bebas dari kendaraan mobil dan motor.”Kita akan manfaatkan lahan kosong yang ada di kantor Pelindo sebagai gedung parkirnya. Jadi masyarakat yang berkunjung ke Citra Niaga cukup berjalan kaki dan akan dibudayakan jalan kaki ini seperti halnya di jalan Braga kota Bandung dalam bagian mengusung konsep Lingkungan Pintar,” urai Sekda.
Dia menambahkan kenapa dari dulu Citra Niaga dijadikan sebagai sasaran untuk dipermak kembali menjadi wajah kota Samarinda, karena pada intinya warga sebenarnya menginginkan di Samarinda ada tempat yang nyaman terbuka di tengah kota untuk berbelanja selain harus masuk pusat perbelanjaan modern seperti mal. Oleh itu wajar kalau Citra Niaga kembali dibidik agar fungsinya bisa dikembalikan sebagai pusat kunjungan untuk berbelanja.
Rencananya, nantinya harus ditata mulai dari menambah fasilitas umum hingga penataan kios para pedagangnya, sehingga tidak ada lagi warga yang boleh belanja dengan sistem Drive Thru atau cukup beli dalam posisi di dalam mobil.
“Jadi membudayakan berjalan kaki, tidak ada lagi parkir kendaraan di jalan. Belanja tidak boleh lagi dengan sistem drive thru di pinggir jalan. Akan kita mulai dari kawasan Citra Niaga dan selanjutnya akan kita kembangkan di jalan Abdul Hasan serta kawasan lainnya,” ungkap Sugeng. (ms/*)