Diketahui penerapan parkir non tunai tepi jalan ini sudah pernah diuji coba beberapa kali sejak 2021 lalu namun hasilnya masih belum efektif.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda Fuad Fakhruddin menyebut masyarakat Samarinda masih sangat terbiasa dengan pembayaran parkir tunai, karena dianggap lebih mudah. “Sejak tahun 2021 lalu sudah coba diterapkan dan saya melihat ini masih kurang efektif karena masyarakat Samarinda masih terbiasa dengan pembayaran parkir secara tunai,” ujar Fuad kepada Korankaltim.com Senin (15/7/2024) sore tadi.
Permasalahan inilah yang dikritisinya, apalagi sektor parkir bisa menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengingat ada banyak titik dengan parkir tepi jalan.
Masyarakat juga masih belum siap dan enggan untuk diajak menuju Smart City dengan penerapan digital disemua sektor. Selain itu sosialisasi dan pemahaman ke masyarakat terkait dengan parkir non tunai jugga masih sangat kurang.
“Sosialisasinya masih kurang, terutama dari juru parkir yang berjaga. Harusnya tanpa harus diminta, langsung memberikan arahan agar masyarakat membayar non tunai,” sebut Fuad.
Politikus Partai Gerindra meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Dishub Samarinda lebih rajin memantau pergerakan dari terutama di titik-titik jalan yang telah disosialisasikan untuk membayar dengan e-money.
Edukasi terhadap masyarakat juga harus lebih masif kendati harus diakui merubah kebiasaan lama masyarakat memang tidak mudah.
Editor: Aspian Nur