Ya, selama ini, tepatnya sejak proyek drainase dikerjakan pada 13 Juni bulan lalu dan diberlakukan sistem satu arah bahkan sudah disosialisasikan kepada masyarakat Kota Tepian, pengendara baik roda dua maupun roda empat tetap melintas, membuat kemacetan terjadi di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu mengaku tak ada koordinasi antara kontraktor proyek dengan dengan pihaknya terkait pengamanan arus lalu lintas.
“Tidak ada koordinasi yang masuk ke kami, sehingga kami tidak menurunkan personel,” tegas Manalu pada Korankaltim.com, Minggu (14/7/2024) hari ini.
Manalu mengatakan proyek drainase itu merupakan kegiatan provinsi dan bukan Pemkot Samarinda sehingga penanganan harusnya dari Dishub Provinsi Kaltim.
“Itu pekerjaan Dinas PUPR-Pera (Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman), berarti koordinasinya kesana,” jelasnya.
Diketahui sejak jauh-jauh hari, pemkot mengumumkan kepada masyarakat mencari jalur alternatif dari arah simpang tiga Jalan Pangeran Suryanata dan tidakmengambil jalan lurus menuju simpang empat Jalan Pangeran Suryanata - Jalan Ir H Juanda - Jalan Pangeran Antasari - Jalan MT Haryono tapi harus berbelok dari simpang tiga tersebut kearah Jalan Kadrie Oening tanjakan Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (RS SMC).
Sementara pengendara yang masuk dari arah simpang empat Juanda tidak ada larangan untuk melintas, tetap boleh masuk ke Jalan Pangeran Suryanata, baik kendaraan roda dua maupun roda empat dan kendaraan lainnya.
Namun yang terjadi, hingga saat ini peraturan yang dikeluarkan terkait jalur alternatif tersebut tak dihiraukan pengguna jalan di Kawasan Suryanata, hal mana yang membuat kemacetan terjadi di tengah-tengah jalan tersebut dan terlihat semrawut setiap hari baik pagi, siang, sore hingga malam.
Indah, ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Pangeran Suryanata pun mengeluhkan kondisi ini.
“Setiap hari macet di tengah-tengah jalan sini. Kalau motor mungkin tidak terlalu masalah, tapi mobil kecil juga bus dan kendaraan besar lainnya ikut lewat, jadi macet panjang karena ada proyek drainase di tepi jalan, belum lagi ada eksavator yang standby untuk mengeruk parit. Kalau dibiarkan terus bisa membahayakan pengendara yang lewat,” papar Indah.
Dengan dimulainya tahun ajaran baru pada Senin (15/7/2024) besok, diyakini Indah kalau tidak ada tindakan dari pihak yang berwenang maka kemacetan semakin parah.
“Yang dikhawatirkan nanti ada hal-hal tak diinginkan, misalnya kecelakaan, karena orangtua pasti mengantar anaknya yang baru masuk sekolah di hari pertama. Di Jalan Suryanata ini ada banyak sekolah, terutama SD,” paparnya.
Editor: Aspian Nur