Ketua PW APRI Kaltim Hairillah menyebutkan mereka merancang program tentang percepatan penanggulangan stunting melalui binbingan yang akan dilakukan penghulu disetiap Kantor Urusan Agama (KUA) di Benua Etam.
Program tersebut dirancang saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) ke-3 PW APRI Kaltim di Kantor Kementerian Agama Samarinda beberapa waktu lalu.
“Maka KUA berkewajiban mendukung program pemerintah dalam menangani stunting, Alhamdulilah melalui Rakorwil kami dapat melakukan kegiatan itu satu minggu sekali dengan menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” kata Hairillah kepada Korankaltim.com Minggu (8/6/2024) hari ini.
Program tersebut saat ini sedang diupayakan untuk dijalankan secara masif. Terlebih dengan target setiap kecamatan melakukan bimbingan perkawinan ini diharapkan penanggulangan stunting bisa berjalan baik.
Hairillah menyebutkan dalam penanganan tersebut akan disesuaikan dengan jumlah angka perkawinan dalam kurun waktu satu tahun. Sebagai contoh, Kecamatan Samarinda Ulu ada sekitar 900 perkawinan dalam kurun waktu satu tahun. Maka KUA setempat harus mempersiapkan program bimbingan perkawinan sebanyak 900 juga.
“Kalau tidak salah, Samarinda Ulu itu ada sekitar 900 lebih, yang tercapai 42 persen berarti masih ada 58 persen yang harus diberikan pembinaan,” ucap Harillah lagi.
Sementara, data pernikahan di Kaltim selama satu tahun, itu ada sekitar kurang lebih 21 ribu pasang yang harus mendapatkan edukasi tentang perkawinan guna menanggulangi masalah stunting sejak dini.
Meksipun memiliki niat baik, tentu pihaknya mengaku memiliki kendala dalam mengatasi persoalan stunting melalui pembinaan perkawinan tersebut.
“Masalah kami adalah keterbatasan fasilitator di berbagai KUA dan yang boleh menjadi narasumber itu juga harus sudah terbimtek,“ ujarnya.
Diharapkan program penanggulangan stunting ini bisa membantu Pemerintah Provinsi Kaltim dan pengabdian APRI kepada masyarakat dan pemerintah," ungkapnya.
“Kami harap ini bisa berjalan lancar dan membantu pemerintah dalam menekan angka stunting di Kaltim,” pungkas Hairillah.
Editor: Aspian Nur