Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos PM Samarinda, Sofyan Agus, dari berbagai proses, penurunan terjadi secara signifikan.
Khusunya pada saat stickerisasi rumah masyarakat miskin esktrem pada Desember 2023 lalu. Hingga saat ini, hanya tersisa 898 KK warga dengan miskin ekstrem di Samarinda.
“Ada penolakan, karena mereka merasa sudah mampu, kalau istilah kami graduasi secara mandiri lah. Bahwa mereka merasa bisa, tidak mau dikatakan miskin ekstrem,” ungkap Agus, Minggu (9/6/2024).
Mereka bersedia untuk menandatangani surat penyataan, mereka sudah keluar dari data warga miskin ekstrem. Kedepannya, mereka tidak bisa lagi mendapatkan bantuan sosial (bansos) yang diperuntukkan warga miskin ekstrem.
Subsidi atau bansos itu merupakan satu dari tiga strategi untuk kemiskinan ekstrem. Di mana, pada poin pertama, adalah mengurangi beban pengeluaran, poin kedua meningkatkan pendapatan, dan terakhit menurunkan kantong kemiskinan.
“Relatif berhasil, tetapi mungkin pada posisi belum bisa dikatakan stabil. Di beberapa rumah tangga itu bisa berhasil, tapi dibagian lain, ya mungkin butuhnya dia adalah meningkatkan pendapatan,” beber Agus.
“Misalnya seperti dikasi peluang kerja, dikasih alat usaha. Dibanding dengan diberi bantuan stimulan, seperti bantuan tunai dan non tunah. Jadi dibilang apakah strategi itu paling berhasil, ya tidak selalu,” lanjutnya.
Maka dari itu, Agus menekankan, semua warga miskin ekstrem tidak bisa disamaratakan. 989 miskin ekstrem memiliki kebutuhan berbeda-beda.
Editor: Aspian Nur